Kalah 2-1 dari Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Senin (29/7/2013)
akibat kesalahan pemain Arema Cronous sendiri. Pemain belakang cenderung
menampilkan permainan penuh resiko. Gol Mitra Kukar dicetak striker
Ilija Spasojevic (4’), dan gelandang Paolo Frangipane (33’).
Pelatih Arema Cronous, Rahmad Darmawan (RD) menilai dua gol ini tercipta
karena pemain belakang Arema Cronous tidak langsung membuang bola
kedepan. Padahal saat itu ada beberapa pemain Mitra Kukar yang berada di
zona pertahanan Arema Cronous.
“Anak-anak terlalu banyak mengambil resiko dengan memainkan bola di
belakang,” kata RD kepada Surya Online (Tribunnews.com Network), Selasa
(30/7/2013).
Pelatih asal Metro Lampung ini pun
menginstrusikan pemain tidak melakukan hal sama di babak kedua. Singo
Edan memang tidak banyak memainkan bola di zona pertahanan. Makanya
Arema Cronous bisa tampil dominan di babak kedua. Mitra Kukar kesulitan
menciptakan peluang di babak kedua ini. Justru Singo Edan yang
mempersempit angka melalui gol cetakan Greg Nwokolo di menit 77.
Menurutnya, menantang Mitra Kukar memang tidak mudah. Bukan hanya lini
belakang yang sempat diobrak-abrik tim kebanggaan Mit Man ini.
Bahkan lini depan Arema Cronous yang diperkuat tiga pemain pun kesulitan menjebol pertahanan Mitra Kukar.
“Anak-anak hanya mampu menciptakan dua peluang. Satu peluang tercipta gol,” tambahnya.
Lini tengah juga mendapat sorotan dari mantan pelatih Persija Jakarta
ini. Dengan menggunakan formasi 4-3-1-2, peranan lini tengah sangat
dibutuhkan. Ternyata lini tengah kurang optimal memperagakan perannya
selama laga. Pemain lini tengah sering salah passing sehingga menganggu
ritme permainan tim. “Bola dari tengah kedepan atau belakang kurang
efektif. Salah passing ini sangat banyak dalam laga kemarin,” terang RD.
(Tribun)
Label: RIZKY™
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)
