MALANG – Pupus sudah harapan Arema Indonesia untuk merasakan gelar
juara ISL. Persipura Jayapura, sukses mengunci gelar juara, usai
mengalahkan Persiwa Wamena 2-0. Singo Edan pun harus lapang dada
menerima kegagalan menyabet trofi juara musim 2012/2013.
Apalagi, tim besutan Jacksen F Thiago itu dipermudah meraih gelar juara,
oleh kekalahan Arema atas Mitra Kukar 1-2. Persipura mengunci gelar
juara kompetisi liga super, setelah memastikan poinnya tak terkejar oleh
Arema, usai menang dari Persiwa. Mutiara Hitam saat ini mengoleksi 73
poin dari 30 laga.
Sementara, Arema hanya bisa mendapat 59
angka hasil 30 kali main. Perbedaan selisih poin antara Arema dan
Persipura adalah 14 angka. Padahal, kompetisi hanya menyisakan empat
laga. Andai Arema menang di empat pertandingan tersisa pun, poin
maksimal yang bisa diperolehnya hanya 12 poin, alias mengoleksi 71 poin.
Tak heran, poin Persipura sudah tak bisa dikejar lagi. Atas kegagalan
ini, pelatih Arema Rahmad Darmawan (RD) mengaku kecewa. Apalagi, sejak
awal musim, RD begitu menggebu-gebu dalam memproklamirkan target Arema
sebagai juara musim ini.
‘’Jujur saja. Saya sudah gagal
mencapai target yang saya pasang. Saya juga gagal memenuhi target yang
dipasang manajemen,’’ ungkap RD usai pertandingan lawan Persisam
Samarinda, Kamis malam lalu.
Kegagalan dalam memenuhi target
juara ini, tentunya menjadi catatan bagi manajemen Arema, begitu
kompetisi ISL 2012/2013 berakhir. Dengan melesetnya visi mengangkat
trofi ISL musim ini, pelatih asal Metro Lampung itu mengaku siap
bertanggungjawab di hadapan publik pecinta Arema, fans Aremania hingga
manajemen yang sudah menggelontor dana yang begitu banyak untuk mbandani
Arema.
Pertanggungjawaban RD itu berkaitan dengan evaluasi
tahunan jelang kompetisi, yang terjadi di tubuh klub berlogo singa ini.
‘’Saya siap bertanggungjawab atas kegagalan jadi juara,’’ tandas RD.
Praktis, ia siap menerima semua keputusan yang bakal dilakukan oleh
manajemen, entah itu baik atau buruk.
‘’Saya belum tahu seperti
apa kelanjutan karir saya di Arema. Yang jelas, saya siap
mempertanggungjawabkan hasil musim ini,’’ tandas pelatih berlisensi A
AFC tersebut.
Hanya saja, RD berniat menyelesaikan sisa empat
pertandingan di level ISL sebelum memikirkan hal lain, terkait
kelangsungan karirnya di Arema.
Begitu kompetisi ISL musim
2012/2013 berakhir dan evaluasi dari manajemen diumumkan, RD baru
menentukan kelanjutan karir kepelatihannya di skuad pujaan Aremania ini.
‘’Selesai menerima evaluasi dari owner dan
mempertanggungjawabkan semua yang sudah saya lakukan di Arema, baru saya
memikirkan kemana kelanjutan saya di dunia sepakbola,’’ ungkap pelatih
yang sukses membawa Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC jadi juara ISL
itu.
Saat ini, kebanggaan yang tersisa begitu Persipura merebut
juara ISL, adalah posisi runner up yang masih dipegang Arema. Meski
demikian, bukan perkara mudah mengakhiri kompetisi sebagai juara dua.
Persib Bandung dan Sriwijaya FC sangat ambisi merebut runner up dari
Arema.
Label: RIZKY™
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)
